RSS

MAKNA “KEBEBASAN” VERSI ANNE AHIRA

09 Apr

Lema “kebebasan” dapat dimaknai beragam oleh penggunanya. Ini bergantung dari sudut mana mereka memandangnya. Wacana yang berbentuk surat di bawah ini, berisi pandangan Anne Ahira tentang makna  “kebebasan” itu, yang saya terima via email.

Mari kita simak bersama.

Dear Isna,

Apa arti kebebasan untuk Isna?

Kalau menurut saya, kebebasan adalah
hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu
tanpa merusak kebebasan individu lain.

Kebebasan merupakan tempat bergantungnya
ketinggian harga diri manusia. Setiap kebebasan
hakikatnya adalah aturan yang menjadi pilihan.

Akal dan kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebebasan.

Kebebasan juga dapat berarti kehendak bebas
manusia yang dengannya kita dapat memutuskan
suatu hal dari banyak pilihan-pilihan dan peristiwa
yang terjadi dalam hidup kita.

Kita memiliki kebebasan, untuk mencintai atau membenci…
Marah atau memaafkan…
Terpuruk atau bangkit…
Bahagia atau sebaliknya…

Kita bebas memilih atau mengontrol respon
dari setiap kejadian yang datang dalam kehidupan kita.
Itulah kebebasan.

TAPI… walaupun kita memiliki KEBEBASAN dalam
memilh respon untuk setiap kejadian, saya sarankan
kita tetap fokus memilih pada KEBEBASAN yang
bersifat POSITIF.

Rangkullah kehidupan.
Rengkuhlah cinta baru.
Penuhilah tawa, keriangan di setiap hari-hari Isna
Bukalah hati untuk kemungkinan-kemungkinan yang baik:
rezeki, pekerjaan, orang-orang, lingkungan baru
yang membahagiakan.

Anda BEBAS untuk menjalani itu semua!
Dan menjadi bahagia ….

Selalu pilih respon terbaik, pikiran & emosi baik, pada setiap kejadian.
Jalanilah setiap kebebasan dan kehidupan baru Isna dengan
energi positif, hingga menjadikan hidup ini pernuh warna…🙂

Temanmu,
Ahira

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 9, 2013 in Uncategorized

 

5 responses to “MAKNA “KEBEBASAN” VERSI ANNE AHIRA

  1. uniisna

    April 9, 2013 at 9:59 am

    Ahira yang baik,

    Terima kasih sudah berbagi dan memotivasi.
    Saya senang mempunyai teman seproduktif Ahira. Hebat!

    Ahira,
    Sahabatmu ini sudah sejak lama menjadi insan yang “bebas”
    dan … alhamdulillah
    hati ini merasa damai, nyaman dan bahagia karenanya.

    Ahira ingin mengetahui makna “kebebasan”
    menurut pandangan sahabatmu ini?

    Singkat saja ya …
    Bagiku “bebas” sama dengan “menjadi diri sendiri”
    Mengikuti suara hati nurani yang insya_Allah diridai Ilahi

    Kalau begitu, apa artinya “kebebasan”?

    Pembaca yang budiman,
    Apakah makna “kebebasan” menurut pandangan Anda?
    Silakan tulis dalam kolom komentar ini.
    Mari berbagi dengan sesama.
    Insya-Allah bernilai “ibadah”.

    Sahabatmu,
    Isna S. / Uni Isna

     
  2. Dwi Prihanto FKIP/ PKN-C

    April 23, 2013 at 11:27 am

    Kebebasan merupaka suatu yang diharapkan oleh semua mahluk hidup tanpa kecuali. Manusia yang hidup dalam lingkungan masyarakat yang beragam harus dapat menempatkan kebebasan dalam bingkai keberagaman pula. Kebebasan merupakan salah satu hak dasar manusia, akan tetapi kebebasan tidak dapat diaplikasikan tanpa mengindahkan hak-hak orang lain. Kebebasan akan teras begitu indah bila terwujud melalui penghormatan hak orang lain dan mendasarkan pada norma-norma yang berlaku di masyarakat.

     
  3. Terry Evikah

    April 29, 2013 at 5:09 pm

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Kebebasan adalah suatu kebahagiaan dan perasaan nyaman yang di rasakan setiap individu bilamana ia bisa mengekspresikan atau melakukan apa yang ia inginkan dengan tidak adanya tekanan atau intimidasi dari orang lain.Namun kebebasan pun akan menjadi pelanggaran apabila mengganggu hak-hak orang lain.Jadi marilah kita ekspresikan”kebebasan”sesuai pada tempatnya.

     
  4. tendi septiandi

    April 30, 2013 at 3:05 am

    Banyak manusia yang hidup di dunia ini menginginkan kehidupan yang bebas dan tidak terkekang dengan berbagai aturan. Sampai-sampai karena kuatnya keinginan ini mereka tidak lagi mengindahkan norma-norma agama, sebab mereka menganggap agama sebagai belenggu semata. Karena perbuatan yang dilakukan oleh manusia sering dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu, sehingga ketika seseorang meninggalkan norma-norma agama otomatis dia akan terjerumus mengikuti aturan hawa nafsunya yang dikendalikan oleh setan, dan ini merupakan sumber malapetaka terbesar bagi dirinya.Untuk itu kebebasan menurut saya adalah
    hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu
    tanpa merusak kebebasan individu lain berdasarkan norma-norma agama dan aturan yang berlaku di masyarakat

     
  5. Desvi Nuralif Latifah

    Juli 27, 2013 at 9:54 pm

    Bagi saya, bebas itu lepas. Lepas dari menutup diri, artinya terbuka pada setiap kemungkinan-kemungkinan baik yang akan terjadi. Bukan berarti kita tidak bebas untuk memlih yang kita baik, tapi segala kemungkinan tidak baik itu kita saring dengan akal budi.
    Kebebasan itu bagian dari kekuasaan. Kekuasaan mengolah pikiran, mengolah rasa, mengolah segala bentuk apresiasi, dan mengolah sikap pribadi untuk pribadi, pribadi untuk kelompok, dan pribadi untuk lingkungan. Kebebasan itu melekat sejak kita dilahirkan, untuk itu perlu kebijaksanaan untuk mengelolanya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: