RSS

DI UJUNG LARA

08 Jan

Karya: Isna Sulastri

Kawan …. ketika kita yakin akan kebesaran-Nya
Ketika kita yakin akan kedahsyatan kekuatan-Nya
Lentera ternyata dapat menyerupai matahari
Walau cahayanya belum mampu menerangi bumi

Benang-benang halus yang serasa hampir putus
Kini terjalin hingga mulai menyambung dan menjurus
Merangkai kata mengukir makna dalam asa nan membara
Diiringi semangat yang menggelora

Kawan … di situ memang ada duka, lara dan nestapa
Itulah romantika kehidupan bercinta di alam semesta
Kucoba mengobatinya dengan membaca sesuai mandat-Nya
Belajar membangun wacana bagai harmoni dalam ciptaan-Nya

Kubangun wacana yang menjurus dan penuh makna
Untuk dibagikan kepada teman-teman yang rajin membaca
Di dunia nyata atau pun yang senang bermain di alam maya
Sebagai dedikasiku dalam membangun negeri membaca

Terselip harapan agar ada pembaca yang mengkritisinya
Maka … wacana pun kubagikan dengan cuma-cuma
Agar mereka membaca demi Dia dan rida-Nya
Semoga mereka menemukan makna membaca dan kebesaran-Nya

Amin yaa rabbil alamin
Al-hamdu-lillahi rabbil alamin

Bumi Asri Sukapura ( BAS ) Bandung

 

 

 

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2011 in Uncategorized

 

5 responses to “DI UJUNG LARA

  1. Isna Sulastri

    Januari 8, 2011 at 2:41 am

    Ayo kawan, mari membaca dan membagikan hasil bacaan kita kepada teman-teman. Kita harus selalu ingat bahwa Tuhan mengajak kita melalui himbaun-Nya yang berbunyi, “Katakanlah, walau hanya satu ayat”.

     
  2. elis

    Maret 13, 2011 at 1:39 pm

    subhanawlloh bgus bgt Bu puisinya…mudah-mudahan bermanfaat

     
    • Isna Sulastri

      Maret 16, 2011 at 9:06 am

      Elisku yang rajin membaca,
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog Ibu, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Amin yaa Rabb.

      Wassalam.

       
  3. iDa

    Maret 27, 2011 at 12:25 pm

    Ibu Puisinya bangUs BAnget…
    Ingin Benar ida Seperti iBu….
    Doakan ida ya Bu….

     
  4. Isna Sulastri

    April 5, 2011 at 1:57 pm

    Ida, yang manis. Bersemangat!!! Ibu yakin, Ida mampu membuat puisi yang jauh lebih bermakna. Ayo … jangan ditunda, mulailah walau hanya satu bait.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: