RSS

UNGKAPAN SYUKUR DAN TERIMA KASIH: Goresan pena seorang hamba Allah

04 Jan

oleh: Isna Sulastri

Puji dan syukur terutama untuk Allah Yang Maha Menentukan, karena hanya berkat rahmat dan inayat-Nyalah tesis ini dapat peneliti selesaikan. Rasa syukur yang tiada henti  rasanya sangat mewarnai hati ini, karena selama menyelesaikan karya ini peneliti dibekali-Nya dengan kesehatan dan kekuatan untuk terus berjuang dengan tenaga, pikiran, hati dan pena. Selain itu perasaan syukur yang lebih mendalam peneliti hayati lagi tatkala merasa masih tetap berada  di jalan-Nya, ketika banyak orang mulai senang mencari jalan pintas menuju sukses. Semoga pada hari-hari mendatang Engkau masih akan terus merahmati dan membimbingku, keluargaku, serta umat muslim pada umumnya yaa Allah.

Sumbangsih dari berbagai pihak merupakan faktor penentu yang tak kalah pentingnya bagi penyelesaian tesis ini. Edward Fry yang membagikan ilmunya melalui sajian Prof. Dr. H. Ahmad Slamet Harjasujana, M.A., M.Sc. merupakan orang pertama dan kedua yang patut peneliti kirimi ucapan terima kasih. Ini penting dilakukan karena ilmu ihwal keterbacaan yang kini dijadikan sebagai pisau analisis utama dalam penelitian ini, peneliti peroleh melalui tulisan kedua pakar ini.

Tidak hanya itu. Kehadiran Prof. H. Ahmad Slamet Harjasujana, M.A., M.Sc. peneliti rasakan bukan hanya sebagai  inspirator dan penyumbang ilmu. Selaku pembimbing I beliau juga hadir sebagai motivator yang dengan sifat keayahannya senantiasa mendorong peneliti untuk terus maju. Dengan segala cara beliau menantang peneliti untuk dapat membuktikan kemampuan menghadirkan karya ini. Demikian pula ketika bertindak sebagai penguji,  beliau pun masih berbagi ilmu melalui cara-cara yang sangat terpuji. Terima kasih yaa Allah, Engkau telah mempertemukan peneliti dengan guru sebaik dan sesaleh itu. Peneliti berharap kiranya Engkau juga akan terus memberikan yang terbaik untuk beliau. Amin yaa Rabb.

Selanjutnya kesungguhan Ibu Dr .Hj. Vismaia Sabariah Damaianti, M. Pd. selaku pembimbing II, merupakan satu contoh kerja profesional yang seyogianya peneliti teladani. Pertanyaan-pertanyaan menggali yang beliau ajukan sambil tersenyum manis, menuntut peneliti untuk terus belajar dan berburu ilmu melalui pena para pakar. Beliau tidak kenal lelah. Di tengah kesibukannya selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia serta berbagai peran lain yang diembannya, beliau tetap meluangkan waktu untuk melayani dan membimbing peneliti. Demikian pula halnya ketika berperan sebagai penguji, beliau juga masih memberikan masukan berharga demi penyempurnaan karya ini. Untuk kerja ikhlas yang beliau lakukan dengan penuh tanggung jawab itu, baik dalam kapasitasnya sebagai pembimbing, penguji  atau pun sebagai Ketua Program Studi, peneliti ucapkan terima kasih. Harapan dan doa peneliti, semoga beliau sekeluarga berhasil menjadi ahli surga kelak. Amin.

Peneliti juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prof. Dr. H. Yoyo Mulyana, M. Ed. dan Bapak Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M. Hum. yang juga berperan sebagai penguji pada ujian tahap satu dan tahap dua. Kesalehan beliau berdua membuat suasana ujian peneliti rasakan begitu nyaman. Kritik membangun dan masukan berharga yang beliau berikan, merupakan sumbangsih yang sangat berarti bagi penyempurnaan tesis ini. Sesuai kemampuan yang ada, peneliti memanfaatkan kritik dan saran dari beliau berdua untuk lebih menyempurnakan karya ini.

Penghargaan dan ucapan terima kasih juga peneliti sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. H. Yus Rusyana. Pencerahan yang beliau berikan telah membuka matahati peneliti selaku guru bahasa yang selama ini belum pernah mengajar sastra. Menarik sekali ketika beliau selaku pakar sastra mengajak kami berbincang dan mengkritisi tentang topik “Guru adalah biang keladi kegagalan pengajaran sastra selama ini”. Kecuali itu beliau juga mempertemukan peneliti dengan Renne Appel dan Pieter Muysken lewat sebuah karyanya yang berjudul Language Contact. Setelah bergelut dan bergulat dengan buku itu, peneliti menyadari bahwa ilmu “Bilingualisme” ternyata merupakan masalah linguistik yang paling penting tetapi sekali gus juga paling terabaikan selama ini. Informasi ini merupakan tantangan dan sekaligus harus menjadi “peer” bagi kami para guru bahasa di seantero negeri ini. Peneliti ucapkan terima kasih untuk beliau atas pengalaman dan ilmu yang sangat berharga itu.

Ucapan terima kasih juga peneliti sampaikan kepada semua dosen yang telah membagikan ilmunya, baik melalui forum tatap muka atau melalui kegiatan “temu karya pakar” yang sering dilakukan dalam rangka membelajarkan kami selaku siswa yang harus mampu belajar cerdas. Kegiatan temu karya pakar ini memberi kesan mendalam bagi peneliti. Tiada yang dapat peneliti lakukan sebagai wujud terima kasih kepada para professor yang dengan ikhlas sudah berbagi ilmu, kecuali dengan belajar pula membagikan ilmu sepenuh ikhlas kepada semua pihak yang mau dan layak menerimanya. Harapan peneliti semoga ilmu itu kelak akan menjadi cahaya bagi yang menerimanya.

Selanjutnya ucapan terima kasih dan penghargaan peneliti sampaikan pula kepada Bapak Prof. Dr. H. Syamsudidn AR., M.S. yang selalu memacu semangat peneliti agar terus berjuang menjadi insan terpelajar yang memiliki kepedulian linguistis. Tidak kalah pentingnya, ucapan terima kasih juga peneliti sampaikan kepada para Guru Besar Purnabakti yang selama ini –baik langsung atau pun tidak– terasa berperan sebagai motivator bagi peneliti. Beliau itu antara lain adalah Prof. Dr. J.S. Badudu, Prof. Dr. Kosadi Hidayat dan Prof. Dr. Iskandar Wahid. Ucapan terima kasih yang teramat dalam peneliti kirimkan pula untuk Prof. M. Atar Semi di Universitas Negeri Padang yang dengan sepenuh ikhlas telah membukakan  pintu untuk peneliti yang ingin berkiprah dan berbagi ilmu, antara lain melalui aktivitas di perguruan tinggi. Berkat jasa beliau hingga kini peneliti masih berpeluang untuk berbagi ilmu dengan sesama.

Melalui media ini peneliti tidak lupa menyampaikan terima kasih terutama kepada Bapak Prof. H. Furqon, Ph.D, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan staf, Bapak Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, Rektor UPI dan staf,  Bapak Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc., Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan staf, Bapak H. Didin Wahidin, Drs., M.Pd., Rektor Universitas Islam Nusantara dan staf, Bapak H. Safroni, Drs., M.Pd., Dekan FKIP Uninus dan staf, Bapak H. Deden Fathudin, Drs., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Uninus dan staf, serta semua pihak yang selama ini telah membantu peneliti dengan motivasi, doa dan beragam upaya.

Melalui tulisan ini peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Dedeh Iriani, S. Pd., M. Si. selaku Kepala SDN Karangpawulang 4 Kota Bandung yang telah berkenan memvasilitasi keinginan peneliti untuk mengumpulkan data di sekolah yang dipimpinnya. Ucapan terima kasih juga peneliti sampaikan kepada Ibu Hj. Ida Noeraida, S. Pd. selaku guru bidang studi bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Beliau berdua banyak membantu peneliti selama proses pengumpulan data.  Ucapan terima kasih juga peneliti sampaikan kepada semua siswa sampel dari SDN Karangpawulang 4 yang berkenan menjadi informan. Tanpa data dari mereka, penelitian ini tidak akan berhasil mengungkap fakta.

Sangat disadari, karya ini tidak mungkin dapat peneliti selesaikan tanpa adanya pengertian dan dukungan moril dan material dari suami tercinta, Suatmo Martapawira serta ketiga buah cinta kami: Dimas Legus Isattama, Dian Fajrie Isattama, S. Ds., dan Bagus Wiratman Isattama, S. IKom. Terasa sekali, ketika peneliti mendahulukan penyelesaian tesis ini, dengan sangat disadari kepentingan suami dan anak-anak agak terabaikan. Kondisi seperti ini terkadang rasanya bertentangan dengan suara hati nurani, karena kurang sejalan dengan kodrat peneliti sebagai istri dan sebagai ibu. Untuk yang terakhir ini peneliti mohon ampunan-Mu yaa Allah.

Alhamdulillah, kesabaran dan keikhlasan dari mereka yang tercermin dari prilaku dalam menyikapi kesibukan peneliti, dirasakan sebagai puncak dukungan yang memperkuat tekad. Semua ini menjadi penyejuk hati dan pendorong utama bagi peneliti dalam upaya menuntaskan karya ini. Peneliti berharap semoga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memperkokoh kebersamaan kami dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddhah, warohmah. Amin yaa Rabb.

The Last but not least, penghargaan dan ucapan terima kasih yang tiada berujung tentulah milik Ibuku tercinta Latifah Yahya di seberang sana. Beliau sudah lama menjalani hidup hanya di pembaringan. Peneliti menyadari, belakangan ini tidak dapat sering-sering mendampingi beliau di usia senja, walau kenyataan ini sebenarnya tidak selalu sejalan dengan keinginan hati ini. Dari lubuk hati yang paling dalam peneliti memohon keridaan dari beliau. Harapan dan doa peneliti semoga keridaan beliau akan merupakan bibit untuk mendapatkan keridaan Allah.

Untuk ayahanda tercinta, Sukarni Duski Dt. Bosa (Almarhum) hanya doa yang kini dapat  peneliti kirimkan. Peneliti sangat menyadari, tidak ada yang dapat diwujudkan sebagai balas kasih untuk beliau, kecuali terus berjuang di jalan Allah dan terus menuntut ilmu, berbagi ilmu serta mengabdikan diri untuk pendidikan seperti yang dulu beliau lakukan. Karya sederhana ini merupakan salah satu bukti bakti peneliti kepada kedua orang tua. Ini dapat diwujudkan tentulah berkat rida Allah dan hasil doa Ayah dan Ibuku jua. Harapan dan doa peneliti,  semoga beliau berdua selalu mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Amin ya Rabb.

Melalui media ini peneliti juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan doa kakakku Dra. Hj. Nini Sulastri, serta adik-adikku Hadi Sulasmantri, Wifda Sulastri, Hamdi Sulasmantri, dan si bungsu As Afrion Sulasmantri, S.E. serta segenap keluarga besar Sukarni Duski Dt. Bosa yang kini  berada di Ranah Minang. Terima kasih pula atas dukungan dan doa mertuaku Martapawira dan Sanikem serta keluarga, baik yang berada di Slana Sugihwaras atau pun yang berdomisili di Bandung, Jakarta, Menado dan Palu.  Tiada “kado monumental” yang dapat peneliti bagikan kepada segenap anggota keluarga, kecuali karya ini. Besar harapan peneliti semoga kehadirannya menjadi pemicu, terutama bagi yang muda-muda.

Khusus untuk ananda Fauzan Fadly dan Nando Fajar Guci yang dengan ikhlas berkenan pula membantu memeriksa hasil Tes Rumpang, peneliti ucapkan terima kasih, semoga Tuhan membalas kebaikan mereka kelak dengan balasan yang setimpal. Amin. Untuk para murid dan mantan murid-muridku, baik yang berada di Ranah Minang atau pun yang di Tanah Priangan ini, peneliti ucapkan terima kasih atas sikap terbaik yang mereka tunjukkan selama kami berbagi ilmu. Peneliti juga berharap kiranya mereka dapat berkiprah sebagai guru professional yang akan selalu mengajar dan melayani murid dengan hati. Demi kesejahteraan batin, peneliti pun senantiasa mendokan semoga mereka terus dan  terus berupaya untuk tetap “menjadi diri sendiri” dan selalu bekerja demi rida Allah.

BAS Bandung, 1 Juni 2009

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 4, 2011 in Uncategorized

 

One response to “UNGKAPAN SYUKUR DAN TERIMA KASIH: Goresan pena seorang hamba Allah

  1. uniisna

    Maret 14, 2012 at 7:17 am

    I love you so much, Mam.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: