RSS

BURUNG-BURUNG KECIL

31 Des

Karya: Isna Sulastri

Selamat pagi pangeranku…
Seperti biasa, pagi ini mentari mulai menebar kehangatannya
Tetapi aku merasa ada kehangatan lain yang mengalir dalam darahku
Sementara telingaku pun serasa mendengar senandung merdu dari kejauhan
Al-hamdu lillahi rabbil alamin, kehadiran-Mu melebihi kehangatan mentari pagi ini

Karenanya … ku segera menemui-Nya
Usai menghadap-Nya, kubuka jendela tuk menghirup udara pagi nan segar
Rupanya burung-burung kecil di taman mungilku pun sudah mulai berkicauan
Mereka bersenandung memperdengarkan kemerduan suara masing-masing
Ya Allah, apakah mereka tengah menghibur hamba-Mu yang ada di sekitar ini?

Jika iya, lalu apakah yang dapat kulakukan agar bermanfaat pula bagi mereka?
Aku menyadari … sebagai manusia biasa, aku tidak memiliki banyak kelebihan
Haruskah aku bernyanyi, sementara suaraku tak semerdu suara burung-burung kecil itu?
Sungguh aku malu atas ketidakberdayaanku, karenanya kuingin melakukan sesuatu
Ya … melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain

Saat itu, Engkau pun serasa menghampiriku lagi, mengajakku tuk melakukan sesuatu itu
Duuuh, aku merinding … karena energi-Mu kini serasa menyatu dengan tubuh kecil ini
Spontan aku pun menggeliat … untuk belajar berkicau seperti burung-burung kecil itu
Tetapi hanya desahan halus yang mampu kuperdengarkan … ya hanya desahan halus
Tapi kubersyukur karena telah mampu melakukannya

Al-hamdu lillahi rabbil alamin … itu pun rupanya tetap Kau hargai
Ya… Kau hargai. Aku merasakan itu
Kini, penghargaan-Mu membuatku berani menunjukkan ini dan … yang tadi*)
Terima kasih yaa Rabb. Inikah hadiah-Mu untukku di penghujung 2010 ini?
Sungguh luar biasa, usai membaca Kaubuat aku mampu menulis

Selamat tahun baru, semoga 2011 membawa berkah. Amin.

*) https://uniisna.wordpress.com/2010/12/31/keterbacaan-wacana-dan-teknik-pengukurannya-2/
BAS Bandung, 31 Desember 2010

 

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2010 in Uncategorized

 

3 responses to “BURUNG-BURUNG KECIL

  1. suatmo martapawira

    Januari 1, 2011 at 9:14 pm

    Alhamdulillah hi Rabb il al Amin.
    Semoga ‘desahan halus’ yang mampu diperdengarkan kepada dunia ini merupakan tanda awal dari kebangkitan diri untuk melangkah lebih jauh.
    Semoga kepak sayap burung-burung kecil tadi mampu mendorong kepak-kepak sayapmu untuk mengangkatmu menembus cakrawala dunia keilmuan yang lebih luas lagi, dan … semoga Allah swt berkenan memberikan peluang dan kemampuan kepada dirimu untuk berkiprah lebih bebas di alam yang lebih luas. Amin ya Rabb.

    Wasalamu alaikum,

    Massu Atma

     
  2. uniisna

    Januari 2, 2011 at 3:36 am

    Amin ya Rabb, semoga Tuhan selalu mengabulkan doa setiap hamba-Nya.
    Terima kasih Mas, mohon terus dibantu dengan doa, dukungan dan motivasi agar suatu saat kelak burung-burung kecil itu mampu belajar menjadi Rajawali di taman kecil kita. Insya-Allah.

    Wassalamu alaikum wr. wb.
    Haryati Is

     
  3. Isna Sulastri

    Februari 25, 2011 at 3:13 am

    Burung-burung kecilku kini jarang berkicau
    Sakitkah mereka???
    Atau tengah berbenah diri???

    Tidak, mereka tidak sakit
    Mereka kini tengah bersinergi
    Mengumpulkan cadangan makanan
    Untuk mengantisipasi kemarau panjang

    Mari kita tunggu kiprahnya kawan
    Sementara itu kita pun perlu mempersiakan diri
    Sambil terus memohon rida Ilahi Rabbi

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: