RSS

GURU PROFESIONAL: Apakah tugas dan tanggung jawabnya?

10 Jul

Ada tiga tugas pokok yang tidak boleh diabaikan oleh guru, yaitu (1) merencanakan program pengajaran, (2) melaksanakan program pembelajaran, dan (3) mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. Ketiga tugas pokok ini sangat bertemali antara yang satu dengan yang lainnya. Perencanaan yang matang biasanya akan sangat membantu guru dalam melaksanakan program pembelajaran secara baik. Setiap guru yang mengajar berdasarkan  perencanaan yang baik, seusai mengajar biasanya akan keluar dari ruangan kelas dengan rasa puas, karena merasa sudah mampu membelajarkan murid-muridnya sesuai tujuan yang ditetapkan dalam Rencana Program Pengajaran ( RPP ). Hati nurani mereka akan mengakui bahwa pembelajaran yang dilaksanakannya tidak hanya sekedar mengisi waktu, tetapi betul-betul diniatinya untuk membelajarkan siswa. Kondisi seperti inilah yang diharapkan dapat diwujudkan oleh setiap guru, terutama oleh guru-guru yang sudah mendapat predikat profesional. Tulisan kali ini tidak akan mengupas ketiga tugas pokok tersebut, tetapi hanya akan berbicara dengan agak panjang lebar mengenai tugas pokok butir tiga dalam kaitannya dengan dua tugas pokok lainnya.

Menurut Bistok Sirait (1983:1) Profesionalitas seorang guru antara lain ditandai oleh pertanggungjawabannya atas tugasnya, yaitu mampu mengajar dengan efektif dan mampu menilai efektivitas hasil pembelajarannya. Pernyataannya ini seakan mengisyaratkan bahwa profesionalitas seorang guru tidak hanya dilihat dari tumpukan ijazah yang dimilikinya akan  tetapi justru lebih  bertemali dengan tugas dan tanggung jawabnya selaku guru. Dalam pandangan Sirait, kemampuan mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa sama pentingnya dengan kemampuan mengajar itu sendiri. Guru yang hanya mampu mengajar tetapi tidak mampu menilai proses dan hasil belajar siswanya dengan tepat, menurut beliau merupakan kemampuan yang pincang dan tidak profesional.

Bertemali dengan tugas pokok butir tiga itu, ditegaskannya bahwa keberhasilan kegiatan pembelajaran tidak cukup kalau hanya dinilai dari adanya niat dan kemauan baik dari para guru, tetapi juga harus diikuti dengan bukti-bukti kongkret yang berujud pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap dan cara bertingkah laku para siswa. Agar dapat mencapai tujuan ini maka setiap guru seyogianya memiliki pandangan yang positif dan pemahaman yang utuh mengenai tugas dan tanggung jawabnya selaku evaluator professional.

Berkaitan dengan itu maka setiap guru –lepas dari tingkat dan jenis sekolah tempatnya bertugas– haruslah menguasai konsep dasar evaluasi terlebih dahulu. Ini penting dalam rangka membangun fondasi yang kokoh. Jika guru sudah memiliki fondasi yang kokoh berupa ilmu pengetahuan tentang evaluasi dan seluk beluknya, maka tugas selanjutnya adalah berusaha dengan segala cara untuk mengimplementasikannya.

Berkaitan dengan uraian sebelumnya, Raka Joni (1981:v) mengedepankan dua pandangan yang menurut beliau sangatlah merugikan efektivitas fungsi evaluasi selama ini. Pertama, adanya guru yang menganggap bahwa untuk melaksanakan evaluasi, guru tidak memerlukan persiapan dan latihan yang eksplisit. Mereka yang berpandangan seperti ini biasanya beranggapan bahwa setiap orang dapat melakukan evaluasi untuk mata pelajaran apa pun, walaupun dia tidak pernah mengajar dalam mata pelajaran tersebut. Kedua, adalah kelompok guru yang menganggap bahwa evaluasi hanya merupakan kegiatan yang lepas atau setidaknya merupakan kegiatan penutup dari proses pembelajaran. Mereka ini biasanya menyusun alat evaluasi tanpa merasa perlu untuk melihat kembali tujuan yang ditetapkannya dalam perencanaan pembelajaran dan capaian materi yang mampu dibicarakannya selama proses pembelajaran berlangsung. Akibatnya evaluasi yang dilakukannya tidak selalu sejalan dengan tujuan yang dituangkan dalam Perencanaan Program Pengajaran yang disusunnya dengan susah payah sebelum pembelajaran dimulai. Lebih parah lagi jika ternyata materi yang diujikan dalam soal-soal yang disusunnya tidak sejalan dengan materi yang dipelajari siswa di bawah bimbingannya.

Pandangan seperti itu menurut Raka Joni (1981:v) sangatlah keliru. Oleh karena itu beliau mengajak para guru agar betul-betul menyadari pentingnya peranan evaluasi di dalam rangkaian proses pembelajaran. Tentang ini, Safari (2001:1) menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara terprogram, tentu bahan-bahan yang diajarkan kepada siswa pun seharusnya  terprogram pula. Bila bahan-bahan yang terprogram selesai diajarkan, diharapkan para guru akan merancang alat evaluasinya secara terprogram pula. Perlu disadari bahwa evaluasi yang terprogram seyogianya mengacu kepada tujuan pembelajaran yang ditetapkan dan materi yang diajarkan. Ini harus dimplementasikan oleh setiap guru, agar tidak merugikan murid yang sudah bersusah payah mempelajari materi dalam rangka mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.

Agar dapat memahami tujuan pembelajaran dalam rangka penyusunan alat evaluasi yang baik, tentu saja guru tidak dapat melepaskan dirinya dari Kurikulum. Disadari bersama bahwa saat ini sebagian besar sekolah sudah mengacu kepada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan asumsi bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di semua SMA dan Madrasah Aliyah kini memang sudah semuanya mempedomani KTSP, maka guru dan calon guru seyogyanya perlu pula memikirkan bagaimana model evaluasi pengajaran untuk mengukur dan menilai kemampuan siswa sesuai tuntutan KTSP itu. Apakah para guru kita sudah siap mengemban tugas mulia ini? Mari sama-sama melakukan introspeksi diri untuk kemudian menyikapinya dengan sikap terbaik yang mampu kita upayakan dalam rangka menolong murid secara professional pula. Khusus untuk guru bahasa Indonesia, penulis menghimbau agar para guru merancang alat evaluasi yang lebih mengutamakan pengukuran ranah psikomotor, tanpa harus mengabaikan aspek kognitif dan afektifnya.

Nah, selamat berkiprah sebagai “guru professional”, tanpa harus menunggu turunnya sertifikat profesional yang konon oleh sebagian guru diperoleh melalui cara-cara yang kurang layak untuk diteladani (semoga ini hanya isu). Khusus untuk teman-teman yang sudah dipercaya menjadi pemilik sertifikat professional itu, tentu saja berkewajiban untuk mampu membuktikannya antara lain melalui kinerja yang memang layak diakui sebagai seorang profesional, minimal dalam bidangnya masing-masing.  Demi masa depan anak bangsa, mari kita belajar melayani murid dengan hati ikhlas, diiringi dengan niat untuk beribadah karena Allah.

Daftar Pustaka

Joni, R. ( 1981 ). Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Malang: Bang Evaluasi IKIP    Malang

Safari. 2001. Pengujian dan Penilaian Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: PT. Kartanegara

Sirait,B. 1983. Evaluasi Hasil Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta: P2LPTK

Sulastri, I. ( 2008 ). Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia ( Bahan Ajar dan Silabusnya). Diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Uninus

Isna Sulastri

BAS, 9 Juli 2010

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 10, 2010 in Uncategorized

 

4 responses to “GURU PROFESIONAL: Apakah tugas dan tanggung jawabnya?

  1. indri fahrul sidiq

    Februari 24, 2011 at 11:41 am

    Tulisan ibu sangat bermanfaat sekali khususnya bagi saya sebagai calon guru. Setelah membaca tulisan ini saya mendapatkan suatu gambaran dan inspirasi bagaimana menjadi guru yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap murid-muridnya.
    Btw cara memposting ke blog ibu gimana caranya bu?
    Trims
    Maju terus ngeblognya bu.

     
    • uniisna

      Februari 26, 2011 at 3:10 pm

      Al hamdu lillahi rabbil alamin. Tingkatkan terus aktivitas membaca Anda, insya-Allah bermanfaat. Terima kasih, Indri sudah berkunjung ke blog Ibu.

       
  2. Elis Susanti

    Maret 27, 2011 at 12:18 pm

    Subhanawloh ibu tulisannya sangat bagus, mudah-mudahan bermanfaa buat saya sebagai calon guru profesional…

    sebelumnya ibu maaf. apakah tulisan di atas tugas yang ibu maksud ?pada M.K evaluasi pembelajaran.

     
  3. Isna Sulastri

    September 23, 2011 at 1:39 pm

    Elis yang baik. Ibu senang sekali atas kunjungan Anda, tapi maaf ya, komen Anda baru terbaca hari ini. Ya … semoga bermanfaat. Itulah yang Ibu harapkan. Bersemangat!!!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: