RSS

Mari Membuat Sangkar Ilmu

02 Jul

Membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus ditumbuhkembangkan dalam diri setiap manusia. Ini merupakan perintah pertama yang diturunkan Allah kepada umat-Nya melalui Nabi Muhammad Saw. Wahyu pertama ini selengkapnya berbunyi sebagai berikut. “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. (2) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. (4) Yang mengajar (manusia) dengan pena. (5) Dia mengajarkan apa yang tidak diketahui manusia” (At-Tanzil, 2005: 1346).

Dengan belajar mengimplementasikan perintah Allah itu, diharapkan kita akan mendapatkan nikmat dan berkah dari-Nya antara lain berupa ilmu pengetahuan. Menurut Alwasilah (2009:ix) “Ilmu adalah cahaya”. Semoga dengan menjadi insan yang berilmu, minimal kelak kita akan dapat menjadi “lentera”, andai merasa belum mampu menjadi “matahari”. Insya-Allah lentera pun  akan dibutuhkan oleh banyak orang, terutama dalam perjalanan di kegelapan malam. Cahayanya akan menerangi orang-orang yang berada di sekitarnya, sehingga mereka masih dapat meneruskan perjalanannya sampai ke tujuan. Demikian pula halnya dengan ilmu yang kita miliki.

Perlu disadari bahwa ilmu manusia itu liar dan bersayap. Dia dapat terbang kemana saja, jika tidak tersedia sangkar buatnya. Oleh karena itu, seorang ilmuwan perlu  mengikatnya dalam sangkar yang tepat. Ini diingatkan oleh banyak pakar. Mereka menghimbau kita via sepotong kalimat yang berbunyi, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” (Lihat antara lain dalam http://ilmukomputer.org/).

Ayo kawan-kawan, … jika kita  sudah mendapatkan sesuatu dari aktivitas membaca, selanjutnya marilah belajar membagikan hasil bacaan itu kepada orang lain. Caranya antara lain dengan menulis di dalam blog masing-masing. Ini salah satu cara yang sangat mungkin untuk kita lakukan dalam rangka berbagi dengan sesama. Mengapa sangat mungkin? Antara lain karena menulis di blog tidak memerlukan birokrasi yang panjang dan tidak harus menunggu persetujuan dari pihak yang berwenang, seperti halnya menulis dalam beberapa media. Bertemali dengan ini Alwasilah ( 2009: ix ) memotivasi kita melalui kalimat beliau yang berbunyi, “Tidak ada birokrasi dalam ilmu pengetahuan…”.

Nah kawan-kawan, tunggu apa lagi. Beraktivitas di blog serasa berada di rumah sendiri. Sangat nyaman dan tidak banyak aturan yang mengikat. Selama kita mau dan mampu menulis, blog kita tidak akan pernah menolak tulisan sejelek apa pun. Semua dimuat. Manakala merasa kurang puas dengan kualitas tulisan yang sudah diterbitkan, kita pun leluasa merevisinya kapan pun kita merasa mempunyai cukup waktu untuk ini.

Oleh karena itu mari menjadikan blog kita sebagai sangkar ilmu. Tidak perlu malu untuk menulis apa pun yang menurut kita bermanfaat. Bertemali dengan ini Alwasilah ( 2009:ix ) pun mengatakan, “Tidak ada ilmu yang lebih bergengsi dari ilmu lain, karena semua ilmu adalah cahaya yang datang dari Allah Swt.” Bagaimana kawan ??? Jika setuju dan merasa tertantang, bekerjalah sesuai pesan ustad. Mulailah sekarang juga, jangan ditunda-tunda lagi. Supaya gampang, awalilah dari yang kecil-kecil, dari yang ringan-ringan saja. Oke!

Selamat berkompetisi membuat sangkar ilmu, semoga bermanfaat. Sampai bertemu lagi. Salam sukses untuk semua (BAS, 01 Juli 2010 ).

Rujukan

Alwasilah, A.C. (2009). “Sambutan Pembantu Rektor Bidang Akademik dan  Kemahasiswaan Universitas    Pendidikan Indonesia (UPI)” dalam Wacana Bahasa Mengukuhkan Identitas Bangsa. Kado Purnabakti Prof. Dr. H. Syamsuddin AR. M.S. Bandung: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI

At-Tanzil. (2005). Al-Quran dan Terjemahannya. Bandung: Sinar Baru Algesindo

IlmuKomputer.com. “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Tersedia: http://ilmukomputer.org/ [ 02 Juli 2010 ]

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 2, 2010 in Uncategorized

 

8 responses to “Mari Membuat Sangkar Ilmu

  1. Dwi Prihanto FKIP/ PKN-C

    April 29, 2013 at 9:55 am

    Alhamdulillah setelah membaca artikel ” Mari Membuat Sangkar Ilmu”, meskipun dengan waktu yang sangat terbatas saya termotivasi untuk mencoba belajar menulis apapun yang bermanfaat.

     
  2. tendi septiandi

    April 30, 2013 at 4:49 am

    Membaca adalah sebuah keharusan bila kita ingin mengetahui dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi lebih terbuka terhadap hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya. Bila sebelumnya membaca identik dengan buku, maka di jaman yang serba digital ini membaca tidak hanya terpaku pada membaca buku karena segala informasi terkini telah tersedia di dunia maya.

     
  3. Hermanganteng

    April 30, 2013 at 6:17 am

    Membaca adalah salah satu kunci untuk mengetahui ilmu – ilmu yang belum kita ketahui. seperti dalam istilah ” Buku adalah sumbernya ilmu”, nah apabila tanpa membaca bagaimana kita bisa mengetahui segala sumber – sumber ilmu. Jadi membaca itu betapa pentingnya bagi semua umat manusia, bahkan rasulpun Nabi Muhamad saw. Menganjurkan membaca itu wajib.

     
  4. samsul

    Mei 1, 2013 at 7:28 am

    membaca adalah sebuah kewajiban bagi umat manusia , karena dengan membaca maka kita akan mengetahui isi seluruh dunia,Dengan membaca kita bisa mengetahui banyak hal dan perspektif. Membaca juga membuka pikiran kita. Dengan membaca kita tidak lagi jumud hanya pada satu perspektif tanpa mau membuka diri terhadap pendapat berbeda. Membaca juga memperkaya imajinasi dan menjadikan kita menjadi lebih kreatif.

     
  5. M.A Karim Fadlullah

    Mei 2, 2013 at 3:37 am

    Setelah membaca “Mari membuat sangkar ilmu” ternyata betapa pentingnya mencari ilmu dengan cara membaca,agar kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.walaupun kita tidak menjadi matahari yang bisa menerangi seluruh bumi,minimal jadi lentera yang mampu menerangi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

     
  6. Terry Evikah FKIP B.arab-C

    Mei 4, 2013 at 1:00 pm

    Dengan membaca ilmu kita akan bertambah,dengan membaca wawasan kita menjadi luas,dan dengan mengikatnya dengan tulisan ilmu itu akan bermanfaat.

     
  7. wildan rinjani

    Mei 12, 2013 at 3:59 pm

    Membaca merupakan salah satu keterampilan untuk mengembangkan pengetahuan yang ada dalam setiap diri manusia, seperti wahyu pertama yang di kirimkan Allah melalui Jibril untuk di sampaikan kepada nabi Muhammad SAW yang kini tercamtum dalam surat Al-alaq ayat 1 yang artinya, “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan mu yang menciptakan”, telah jelas bahwa Allah memerintahkan kita semua untuk membaca.
    Dengan mengaplikasikan dalam kehidupan kita, semoga dengan ilmu tersebut kita senantiasa ada dalam ridhonya dan ada dalam keberkahannya. Menurut Khalifah ali bin Abi Thalib “Ilmu itu lebih baik dari pada harta, ilmu itu menjaga engkau dan engkau menjaga harta, harta itu berkurang apabila di belanjakan tetapi ilmu bertambah bila di belanjakan” semoga kelak dengan ilmu kita akan lebih banyak bersyukur dan lebih banyak bermanfaat untuk orang banyak. Dan menurut Albert Einstein “Ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa ilmu pengetahuan buta” maka untuk lebih mempermudah mendalami sebuah ilmu perlu ada sangkar yaitu agama, agar ilmu itu tetap mudah di ingat dalam akal dan dalam hati kita.

     
  8. M.A Karim Fadlullah

    Mei 15, 2013 at 1:25 pm

    Setelah membaca artikel “Mari membuat sangkar ilmu” ternyata betapa pentingnya mencari ilmu dengan cara membaca,agar kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.walaupun kita tidak menjadi matahari yang bisa menerangi seluruh bumi,minimal jadi lentera yang mampu menerangi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: