RSS

SILABUS PSIKOLINGUISTIK ( Revisi )

oleh: Hj. Isna Sulastri, Dra., M. Pd.
Universitas Islam Nusantara

DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah Psikolinguistik ini membahas tentang hubungan kejiwaan dengan bahasa seseorang ( Lihat buku Pedoman dan Panduan Akademik FKIP Uninus). Sesuai target ini maka materi perkuliahan difokuskan kepada dua sub disiplin utama psikolinguistik dari tujuh sub disiplin yang ada, yaitu sub disiplin: (1) psikolinguistik perkembangan dan (2) psikolinguistik pendidikan. Bertemali dengan ini maka mahasiswa selaku calon guru bahasa Indonesia perlu berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai teori sesuai tuntutan kompetensi dasar yang ditetapkan di bawah ini. Setelah itu diharapkan mahasiswa pun mampu mengimlementasikan teori-teori yang dipelajarinya dalam pembelajaran bahasa kelak.

KOMPETENSI DASAR
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan yang memadai tentang hal-hal berikut:
1) sistem bahasa sebagai sistem logika;
2) bahasa dan penalaran;
3) konsep dasar psikolinguistik;
4) pemerolehan bahasa dan seluk beluknya;
5) pembelajaran bahasa dan seluk beluknya;
6) hubungan bahasa dengan faktor kejiwaan;
7) manfaat mempelajari psikolinguistik.

MATERI PERKULIAHAN
Untuk pencapaian tujuan sesuai tuntutan Kompetensi Dasar di atas, seyogianya mahasiswa mempelajari dan memahami materi di bawah ini.

1. Posisi Psikolinguistik dalam Kajian Bahasa
1.1 Hakikat Bahasa, Berpikir dan Berbahasa
1.2 Bahasa dalam Kajian Internal
1.3 Bahasa dalam Kajian Eksternal
1.4 Psikolinguistik sebagai Disiplin Mandiri
1.5 Tiga Generasi Psikolinguistik

2. Konsep Dasar Psikolinguistik
2.1 Pengertian Psikolinguistik
2.2 Sejarah Lahirnya Psikolinguistik
2.3 Tujuan Mempelajari Psikolinguistik
2.4 Tujuh Subdisiplin Psikolinguistik
2.5 Dua Bidang Kajian Utama Psikolinguistik
2.6 Pokok Bahasan Psikolinguistik

3. Ihwal Psikolinguistik Perkembangan
3.1 Hakikat Pemerolehan Bahasa
3.2 Proses Pemerolehan Bahasa
3.2.1 Proses pemerolehan fonologi
3.2.2 Proses pemerolehan semantic
3.2.3 Proses pemerolehan sintaksis
3.4 Beberapa Hipotesis tentang Pemerolehan Bahasa
3.5 Beberapa Jenis Gangguan Berbahasa

4. Ihwal Psikolinguistik Pendidikan
4.1 Hakikat Pembelajaran Bahasa
4.2 Peranan Bahasa dalam Pembelajaran Bahasa
4.3 Sejarah Pembelajaran Bahasa
4.4 Dua Tipe Pembelajaran Bahasa
4.5 Beberapa Teori tentang Pembelajaran Bahasa
4.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Bahasa

5. Manfaat Mempelajari Psikolinguistik
5.1 Manfaat bagi Pengguna Bahasa pada Umumnya
5.2 Manfaat bagi Guru dan atau Calon Guru Bahasa Indonesia

MODEL PERKULIAHAN
Selama mengikuti perkuliahan ini setiap mahasiswa seyogianya melakukan upaya maksimal untuk mendalami materi perkuliahan melalui kegiatan mandiri dan diskusi kelompok, dengan mengacu kepada buku sumber utama yang disepakati. Dengan cara seperti ini diharapkan mahasiswa dapat saling asah dan saling asuh. Setelah itu,– untuk meningkatkan penguasaan materi– maka dalam forum tatap muka akan dilakukan tanya jawab, presentasi individual/kelompok, debat, ceramah terbatas dan aneka jenis kegiatan lainnya yang memberi peluang kepada mahasiswa untuk menunjukkan kompetnsi dan performansi dirinya masing-masing.

PENILAIAN
Sesuai ketentuan yang tertuang dalam buku Pedoman dan Panduan Akademik FKIP Uninus maka nilai akhir untuk mata kuliah ini hanya akan diberikan jika mahasiswa sudah memenuhi semua komponen penilaian berikut:
1) kehadiran;
2) tugas/latihan/kuis;
3) Ujian Tengah Semester (UTS);
4) Ujian Akhir Semester (UAS).

Dalam penentuan nilai akhir, selain keempat komponen di atas partisipasi dan kontribusi mahasiswa selama kegiatan tatap muka berlangsung akan mendapat penghargaan paling besar dengan bobot paling tinggi di dalam mata kuliah ini.

BUKU PEGANGAN
Buku pegangan utama yang dipakai dalam mata kuliah ini adalah Psikolinguistik karangan Abdul Chaer yang diterbitkan oleh Rineka Cipta ( Silakan Anda cari buku terbitan terbaru ). Untuk memperluas wawasan mahasiswa maka semua buku yang memuat materi yang tersaji dalam Silabus ini juga dapat dipergunakan. Semakin banyak dan semakin beragam buku yang dibaca mahasiswa, diharapkan akan semakin luas dan semakin dalam pula wawasan mereka tentang psikolinguistik dan seluk beluknya, bukan?. Oleh karena itu, seyogianya setiap mahasiswa rajin berburu buku, terutama buku baru yang bermutu.

Selamat, semoga sukses dan bermanfaat!

CATATAN
Silabus ini masih berifat tentatif. Oleh karena itu masukan dan usul dari mahasiswa untuk penyempurnaan silabus ini sangat ditunggu. Terima kasih.

BAS Bandung, 10 September 2014
Isna Sulastri

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 29, 2014 in Uncategorized

 

KALIMAT TANYA ATAU KALIMAT PERINTAHKAH?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 24, 2014 in Uncategorized

 
Taut

KETERBACAAN WACANA DALAM BUKU TERBITAN 2013-2014: Pelukah dilakukan?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 12, 2014 in Uncategorized

 

RUMAH SINGGAHKU DI DUMAY

Al-hamdu lillahi rabbil  alamin

segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam

Hari ini kuberhasil memasuki kembali rumah ini

yang kubangun dan mulai kuisi sejak dua ribu sepuluh lalu

Karena beragam hambatan, rumahku ini sempat terabaikan

Tetapi … walaupun sudah lama ku tak sempat merawatnya

Al-hamdu lillah … ternyata kini isinya masih utuh dan tertata rapi

Di luar dugaanku, rupanya para tamu masih terus berdatangan ke rumahku ini

Terkadang mereka hanya datang dan pergi setelah mencicipi hidangan gatis di sini,

tetapi ada pula yang meninggalkan komentar dengan niat untuk berbagi rasa. Alhamdulillah.

Tamu-tamuku tidak hanya berasal dari warga lokal dan nasional

tetapi ada juga yang berasal dari daerah yang nuuun jauh di sana … luar negeri

Terima kasih yaa Allah … Engkau telah menghadirkan mereka

untuk memanfaatkan isi rumahku, sesuai niat hati ini di saat membangunnya dulu

Meski begitu kawan, jika rumah dibiarkan tinggal lama tanpa penghuni apalagi penjaga

rupanya terkadang didatangi pula oleh makhluk lain yang tidak kita harapkan

Dia ternyata tega meninggalkan “sesuatu yang akan merusak karakter bangsa ini”

Jejaknya itu membuat hatiku sungguh merasa risih dan tak nyaman karenanya

Al-hamdu lillah … berkat petunjuk, izin, dan rida-Mu yaa Allah

hari ini “jejak tamu yang bakal mengganggu karakter bangsa itu”

kini telah tiada … telah disapu bersih sesuai dengan kemampuanku

dan … kuberharap kiranya dia tak akan berkunjung lagi ke rumah ini.

Kumohon kiranya Engkau berkenan memagari rumahku ini ya Allah. Aamiiin.

          BAS Bandung, 18 Pebruari 2014

          Jumpa lagi di rumahku ini kawan, semoga bermanfaat

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2014 in Uncategorized

 

MAKNA “KEBEBASAN” VERSI ANNE AHIRA

Lema “kebebasan” dapat dimaknai beragam oleh penggunanya. Ini bergantung dari sudut mana mereka memandangnya. Wacana yang berbentuk surat di bawah ini, berisi pandangan Anne Ahira tentang makna  “kebebasan” itu, yang saya terima via email.

Mari kita simak bersama.

Dear Isna,

Apa arti kebebasan untuk Isna?

Kalau menurut saya, kebebasan adalah
hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu
tanpa merusak kebebasan individu lain.

Kebebasan merupakan tempat bergantungnya
ketinggian harga diri manusia. Setiap kebebasan
hakikatnya adalah aturan yang menjadi pilihan.

Akal dan kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebebasan.

Kebebasan juga dapat berarti kehendak bebas
manusia yang dengannya kita dapat memutuskan
suatu hal dari banyak pilihan-pilihan dan peristiwa
yang terjadi dalam hidup kita.

Kita memiliki kebebasan, untuk mencintai atau membenci…
Marah atau memaafkan…
Terpuruk atau bangkit…
Bahagia atau sebaliknya…

Kita bebas memilih atau mengontrol respon
dari setiap kejadian yang datang dalam kehidupan kita.
Itulah kebebasan.

TAPI… walaupun kita memiliki KEBEBASAN dalam
memilh respon untuk setiap kejadian, saya sarankan
kita tetap fokus memilih pada KEBEBASAN yang
bersifat POSITIF.

Rangkullah kehidupan.
Rengkuhlah cinta baru.
Penuhilah tawa, keriangan di setiap hari-hari Isna
Bukalah hati untuk kemungkinan-kemungkinan yang baik:
rezeki, pekerjaan, orang-orang, lingkungan baru
yang membahagiakan.

Anda BEBAS untuk menjalani itu semua!
Dan menjadi bahagia ….

Selalu pilih respon terbaik, pikiran & emosi baik, pada setiap kejadian.
Jalanilah setiap kebebasan dan kehidupan baru Isna dengan
energi positif, hingga menjadikan hidup ini pernuh warna… :-)

Temanmu,
Ahira

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 9, 2013 in Uncategorized

 

HIKMAH KEHIDUPAN DALAM RENDANG PADANG

Pembaca yang budiman,

Di balik sebuah nama biasanya tersimpan sejuta makna. Demikian pula halnya dengan “Rendang Padang” masakan asli rakyat Minangkabau, Sumatera Barat. Makna dan pembelajaran apakah yang tersimpan di belakang namanya itu? Mari kita temukan dalam wacana berikut,

SURAT CINTA UNTUK CALON ISTRIKU *)

Calon istriku,

Pernikahan membuka tabir rahasia calon suami yang akan menikahi kamu. Dia tidaklah semulia nabi Muhammad Saw, tidak setakwa nabi Ibrahim, tidak setabah nabi Ayyub tetapi juga tidak segegabah nabi Musa apalagi setampan nabi Yusuf. Calon suamimu hanyalah pria akhir zaman yang bercita-cita membangun keturunan yang saleh,

Calon istriku,

Andai kau tahu siapa sebenarnya diri ini, niscaya akan sirnahlah semua kasih sayangmu padaku. Andai engkau tahu siapa sebenarnya sosok laki- laki yang akan menakhodai lautan cintamu itu, mungkin akan rubuhlah semua pondasi cintamu karena banyak hal mungkin yang membuatmu bimbang untuk meneruskan hubungan suci kita ini. Salah satunya adalah di kala aku menjawab pertanyaanmu tentang masakan kesukaanku. Bukanlah aku mengatakan bahwa kamu tidak akan bisa memberikan itu padaku karena memang dirimu tak terbiasa dengan masakan Padang yang terkesan sangat sensitif dengan kepedasannya di lidah perempuan Sunda yang lembut seperti dirimu,

Calon istriku,

Aku memberikan tamsilan dengan masakan, karena wanita itu identik sekali dengan hal masak memasak dan sangat tau dengan hal itu. “Rendang padang”, ya … itulah dia masakan kesukaanku, Dinda, aku menyukai rendang bukan hanya karena terkenal dengan kelezatannya, tapi di balik nama yang singkat itu tersimpan segudang hikmah kehidupan yang sangat luar biasa yang bisa direnungkan bagi orang yang mau mengambil pelajaran darinya,

Calon istriku,

Andai dinda tahu apa maksud di balik kata-kataku tadi, sangat mungkin akan bertambahlah rasa cinta dan kerinduan dinda pada diriku. Ketahuilah dinda, di balik nama rendang Padang itu ada hikmah, yang kesemuanya itu akan aku jelaskan agar kita sama-sama bisa belajar dari situ. Semua orang (mungkin) mengira bahwa yang paling berjasa dalam pembuatan rendang itu adalah dagingnya. Benarkah begitu? Perlu dinda ketahui bahwa sebenarnya rendang itu tak akan pernah dikenal kalau hanya mengandalkan daging yang dianggap sebagai bahan pokok untuk membuatnya, tanpa kita mengetahui apa sebenarnya support rahasia di belakang itu, dan apa bumbu adonannya sehingga rendang menjadi begitu lezat dan digemari.

Calon istriku,

Dinda mungkin jadi bertanya-tanya, ” Siapa sebenarnya yang paling berjasa di balik penamaan rendang itu, Apakah memang karena dagingnya yang membuat masakan itu jadi enak atau karena ada hal lain?” Ternyata tidak benar, karena banyak orang beranggapan bahwa “kelapa” lah sebenarnya yang paling berhak diberi  nilai A plus atas kontribusinya sehingga membuat rendang menjadi enak dan lezat. Mengapa begitu? Mari kita lihat proses yang dialami kelapa. Pada mulanya kelapa itu diambil dari pohonnya yang tinggi. Setelah itu kulitnya dikupas, dibelah, kemudian dikukur lalu itu diperas untuk mendapatkan santannya. Setelah itu barulah bisa dimasukkan ke kuali untuk diadon dengan bumbu-bumbu lain. Subhanallah, enam langkah yang dilaluinya, baru bisa dimanfaatkan untuk menjadi bumbu pokok membuat rendang. Berbeda dengan bumbu-bumbu dan bahan pokok seperti daging tadi. Akan tetapi setelah rendang itu matang, apa kata orang? “Waaah,dagingnya enak sekali”. Mengapa kelapanya tidak disebut, padahal sebenarnya daging hanyalah sebagai aktor pembantu yang datang terakhir jauh setelah semua bumbu dimasukkan? Mengapa aktor pembantu itu kemudian bisa  menjadi raja diraja ketika semuanya telah selesai.

Calon istriku

Kelapa tidak pernah iri walau namanya tak disebut, kelapa tak pernah berkecil hati ketika amal jariahnya tidak ditulis. Kalaulah kelapa mau, maka dia akan mendapatkan semua itu, tetapi kelapa tidak melakukan itu.

Calon istriku,

Dinda, aku ingin kita sama bisa mengambil pelajaran dari kisah di atas. Ini semua aku kisahkan sebagai bahan renungan bagi kita kala nanti kita sudah berumah tangga. Proses pembuatan rendang memerlukan tim- tim yang satu sama lain tidak pernah merasa dia yang paling berjasa, tapi dia saling melengkapi. Inilah pelajaran yang sangat berharga yang kita dapatkan dari masakan rendang. Kelapa yang aku sebutkan tadi hanyalah sebuah pengibaratan buat kita, karena kita adalah pionner yang akan mengarungi bahtera rumah tangga ini.

Calon istriku,

Dindalah sosok istri yang akan memberikan setetes semangat dan memberi penyejuk dahaga di kala aku kehausan dan randang itu adalah ibarat rumah tangga yang kita tempuh. Baik buruknya rumah tangga kita, bahagia atau tidaknya rumah tangga kita, tergantung kita sebagai nahkoda, dan peran kelapa yang aku sebutkan tadi adalah pengibaratan khusus buat dinda nantinya. Tatkala kelak kita sudah punya anak, keberhasilan sang anak dan kecerdasannya sebenarnya bergantung pada tarbiyatul ula sang anak di rumahnya. Bagaimana didikan sang ibu pada anaknya di waktu kecil mencerminkan bagaimana sang anak kala dewasa. Orang tua adalah hitam putihnya anak, mau diarahkan kemana sang anak, maka kuncinya juga terletak pada tarbiyah orang tua untuk mengontrol pergaulan sang anak di masa masih kecil hingga dewasanya.

Calon istriku,

Di kala anak- anak kita sudah menjadi orang yang berhasil, merasa puaslah sampai di situ. Jangan pernah berkecil hati, dan janganlah pernah mengungkit-ungkit tentang kebaikan kita pada sang anak dan meminta balasan darinya atas kesusahan kita mendidiknya sewaktu kecil. Niatkan itu sebagai ibadah. Hanya Allah lah satu- satunya yang berhak membalasi semua kebaikan kita. Semoga Allah SWT menjadikan setiap tetes peluh kita itu sebagai saksi amal perbuatan yang pernah kita lakukan,

Calon istriku,

Aku bersyukur atas do’amu setiap hari untukku. Demi luasnya tujuh langit dan dalamnya hati. Tak terukurkan kerinduanku padamu. Bukan hanya mahar dan naungan yang kupersiapkan untukmu. Aku bersiap menyambut kelembutan hatimu, kebijaksanaanmu dan ketenangan yang akan kau hadirkan untukku. Di samping itu, aku juga sering bertanya-diri, sudah pantaskah aku menjadi pendampingmu dan menjadi penyejuk hatimu?

Calon istriku,

Saat ini kita mengira seharusnya kita sudah bersama cinta, dan keridaan diantara kita belumlah cukup. Dindaku sayang, keridaan Allah lah yang akan mencukupkan cinta kita.Jika engkau rindu padaku memohonlah kepada Allah karena Dialah yang selalu menghibur dalam kesepianku. Hanya Dia-lah yang mengerti betapa aku ingin berjumpa denganmu, Hidupku takkan pernah seutuhnya tanpa dirimu, duhai cintaku.

Calon istriku,

Di sini aku juga mempersiapkan diri menyongsong hari pertemuan kita Janganlah engkau gundah, Allah sudah mengatur semuanya untuk kebahagian kita yang saling mencinta dan merindukan.

Calon istriku,

Pernikahan mengajarkan kita tentang kewajiban bersama, suami menjadi pelindung dan kamulah penghuninya. Suami adalah nakhoda kapal dan kamu adalah navigatornya. Suami bagai balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya. Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgasananya. Ketika suami menjadi “bisa” kamulah obat penawar. Manakala suami menjadi masinis yang lancang maka bersabarlah untuk terus dan terus mengingatkannya.

Calon istriku,

Pernikahan juga mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa untuk belajar meniti sabar dan rida Allah Swt. karena kamu tak memiliki suami yang tak segagah laksamana. Kamu juga akan tersentak dari alpa, karena kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga dan kamupun bukan siti hajar yang begitu setia di dalam sengsara. Walau begitu, di mataku kamu adalah wanita akhir zaman yang berusaha menjadi wanita sholehah.

_____

*) Copas dari http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/22/surat-cinta-untuk-calon-istriku-527813.html  dengan sedikit revisi oleh Isna Sulastri.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2013 in Uncategorized

 

TIP MENJADI PENULIS PROFESIONAL

Modal utama menulis adalah membaca. Peter Bolsius mengatakan, “if you don’t read, you don’t write”. Jika Anda tidak punya kebiasaan membaca, Anda tidak bisa menulis. Tokoh lain ada yang mengatakan, Anda tidak akan menjadi penulis yang baik jika Anda bukan pembaca yang baik.

Untuk mengetahui tip selengkapnya, silakan membaca pandangan Dianing Widya melalui link berikut http://sosbud. kompasiana. com/ 2013/01/06/menjadi-penulis-profesional-522756.html.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 6, 2013 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.